Rabu, 20 Januari 2016

Kelainan atau Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia - Kelainan atau penyakit yang terjadi pada sistem ekskresibermacam-macam, antara lain adalah sebagai berikut.


1. Albuminuria
Albuminuria adalah kelainan pada ginjal karena terdapatalbumin dan protein di dalam urine. Hal ini merupakansuatu gejala kerusakan alat filtrasi pada ginjal. Penyakit inimenyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringanginjal dan terbuang bersama urine. Albumin merupakanprotein yang bermanfaat bagi manusia karena berfungsiuntuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar daridarah. Penyebab albuminuria di antaranya adalah kekuranganprotein, penyakit ginjal, dan penyakit hati.


2. Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah kelainan pada ginjal karenaadanya gula (glukosa) dalam urine yang disebabkan olehkekurangan hormon insulin. Hal ini disebabkan karenaproses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggusehingga glukosa darah meningkat. Ginjal tidak mampumenyerap seluruh glukosa tersebut. Akibatnya, glukosadiekskresikan bersama urine.


Penyakit pada Sistem Ekskresi



Diabetes melitus harus dikelola dan dikendalikandengan baik agar penderitanya dapat merasa nyamandan sehat, serta dapat mencegah terjadinya komplikasi.

Upaya untuk mengendalikan diabetes melitus di antaranyaadalah:
a) Periksakan ke dokter sesuai jadwal/secara rutin.
b) Minum obat sesuai petunjuk dokter.
c) Mengatur diet.
d) Olahraga secara teratur.
e) Melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala.


3. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu kelainan pada sistemekskresi karena kekurangan hormon antidiuretik. Kelainanini dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan sertapengeluaran urine menjadi banyak dan sangat encer.Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukanhormon antidiuretik, yaitu hormon yang secaraalami mencegah pembentukan air kemih yang terlalubanyak. Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadarhormon antidiuretik normal, tetapi ginjal tidak memberikanrespon yang normal terhadap hormon ini (keadaan inidisebut diabetes insipidus nefrogenik).

Penyebab lain terjadinyadiabetes insipidus adalah:
a) Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibatpembedahan.
b) Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak).
c) Tumor.
d) Sarkoidosis atau tuberkulosis.
e) Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju keotak.
f) Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis.
g) Histiositosis X (penyakit Hand-Schüller-Christian).

Diabetes insipidus dapat diobati dengan mengatasipenyebabnya. Vasopresin atau desmopresin asetat(dimodifikasi dari hormon antidiuretik) dapat diberikansebagai obat semprot hidung beberapa kali sehariuntuk mempertahankan pengeluaran air kemih yangnormal. Tetapi harus hati-hati, karena jika terlalu banyakmengkonsumsi obat ini dapat menyebabkan penimbunancairan, pembengkakan, dan gangguan lainnya. Suntikanhormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akanmenjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkandiri.

Diabetes insipidus juga dapat dikendalikan oleh obatobatanyang merangsang pembentukan hormon antidiuretik,seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat, dan berbagaidiuretik (tiazid). Tetapi, obat-obat ini tidak mungkinmeringankan gejala secara total pada diabetes insipidusyang berat.


4. Nefritis
Nefritis adalah penyakit pada ginjal karena kerusakanpada glomerulus yang disebabkan oleh infeksi kuman.Penyakit ini dapat menyebabkan uremia (urea dan asamurin masuk kembali ke darah) sehingga kemampuanpenyerapan air terganggu. Akibatnya terjadi penimbunanair pada kaki atau sering disebut oedema (kaki penderitamembengkak).

Gejala ini lebih sering nampak terjadi pada masa kanakkanakdan dewasa dibandingkan pada orang-orang setengahbaya. Penderita biasanya mengeluh tentang rasa dingin,demam, sakit kepala, sakit punggung, dan udema (bengkak)pada bagian muka biasanya sekitar mata (kelopak), mual,dan muntah-muntah. Sulit buang air kecil dan air senimenjadi keruh.


5. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah penyakit yang terjadi karena adanyabatu di dalam ginjal. Batu tersebut merupakan senyawakalsium dan penumpukan asam urat. Terbentuknya batubisa terjadi karena urine jenuh dengan garam-garam yangdapat membentuk batu atau karena urine kekuranganpenghambat pembentukan batu yang normal. Sekitar 80%batu ginjal tersusun oleh kalsium. Ukuran batu bervariasi,mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjangsampai yang sebesar 2,5 cm atau lebih. Batu ini dapat mengisihampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis.

Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala penyumbatanatau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyakcairan akan meningkatkan pembentukan air kemih danmembantu membuang beberapa batu. Jika batu telahterbuang, tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera.Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter palingatas yang berukuran 1 cm atau kurang seringkali dipecahkanoleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wavelithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuangdalam air kemih.

Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatankecil di kulit yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik.Batu kecil di dalam ureter bagian bawah dapat diangkatdengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra danmasuk ke dalam kandung kemih.

Batu asam urat, kadang akan larut secara bertahappada suasana air kemih yang basa (misalnya denganmemberikan kalium sitrat). Tetapi, batu lainnya tidak dapatdiatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besardapat menyebabkan penyumbatan sehingga perlu diangkatmelalui pembedahan.


6. Poliuria dan Oligouria
Poliuria adalah gangguan pada ginjal, dimana urinedikeluarkan sangat banyak dan encer. Sedangkan, oligouriaadalah urine yang dihasilkan sangat sedikit.


7. Anuria
Anuria adalah kegagalan ginjal sehingga tidak dapatmembuat urine. Hal ini disebabkan oleh adanya kerusakanpada glomerulus. Akibatnya, proses filtrasi tidak dapatdilakukan dan tidak ada urine yang dihasilkan.Sebagai akibat terjadinya anuria, maka akan timbulgangguan keseimbangan di dalam tubuh. Misalnya,penumpukan cairan, elektrolit, dan sisa-sisa metabolismetubuh yang seharusnya keluar bersama urine. Keadaan inilahyang akan memberikan gambaran klinis daripada anuria.Tindakan pencegahan anuria sangat penting untukdilakukan. Misalnya, pada keadaan yang memungkinkanterjadinya anuria tinggi, pemberian cairan untuk tubuh harusselalu diusahakan sebelum anuria terjadi.


8. Jerawat
Jerawat adalah suatu kondisi kulit dimana terjadipenyumbatan kelenjar minyak pada kulit disertai infeksidan peradangan. Biasanya terjadi pada usia remaja karenapeningkatan hormon. Jerawat dapat timbul di wajah, dada,ataupun punggung.Banyak cara untuk mengatasi jerawat dan beragam obatditawarkan untuk mengatasi gangguan kulit yang satu ini.Untuk mengatasi jerawat, kamu perlu tidur cukup, minimal 7jam sehari, perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur. Selainitu, kurangi atau kalau bisa hindari memakan makananbertepung, mengandung gula, cokelat, dan kacang.


9. Eksim
Eksim adalah kelainan pada kulit karena kulit menjadikering, kemerah-merahan, gatal, dan bersisik. Umumnya, gejala eksim yang terlihat adalah pembengkakan dan rasagatal pada kulit.

Penyebab eksim di antaranya adalah:
a) Alergi pada sabun, krim lotion, salep, atau logamtertentu.
b) Kelelahan.
c) Stres.

Secara umum, eksim memang tidak berbahaya, dalamarti tidak menyebabkan kematian dan tidak menular.Namun, eksim dapat menyebabkan rasa tidak nyaman danamat mengganggu. Oleh karena itu, eksim perlu diobatidengan cara-cara sebagai berikut:
a) Jangan berganti-ganti sabun mandi. Gunakan sabunmandi yang lembut, tidak terlalu berbusa, dan tidakmenghilangkan minyak alami tubuh.
b) Gunakan air bersih untuk mandi.
c) Gosok tubuh dengan handuk yang lembut dan bersihsegera setelah mandi hingga permukaan kulit benarbenarkering.
d) Rajin mencuci tangan dengan sabun lalu bilas dankeringkan.


10. Gangren
Gangren adalah kelainan pada kulit karena kematiansel-sel jaringan tubuh. Hal ini disebabkan oleh suplai darahyang buruk untuk bagian tubuh tertentu. Suplai darah yangburuk dapat disebabkan oleh penekanan pada pembuluhdarah (misalnya, balutan yang terlalu ketat). Terkadang,gangren disebabkan oleh cedera langsung (gangrentraumatik) atau infeksi.


Sekian materi mengenai Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia, semoga bermanfaat.

Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun