Rabu, 03 Februari 2016


Rangkuman Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup



Coba kamu perhatikan gambar bunglon. Bunglon dapat mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan yang ditempatinya. Tujuannya adalah untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Disebut apakah cara bunglon menyesuaikan diri dengan lingkungannya? Adakah makhluk hidup lain yang melakukan cara menyesuaikan diri seperti bunglon? Cara apa lagi yang dapat dilakukan oleh makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya? Ayo temukan jawabannya dengan mempelajari bab ini. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan bentuk-bentuk adaptasi makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya, mendeskripsikan terbentuknya spesies baru dan punahnya beberapa spesies akibat seleksi alam, mendeskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan, serta peranannya bagi kelangsungan hidup.

Rangkuman Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup


Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, hewan harus menyesuaikan diri dengan suasana lingkungan di sekitarnya, disebut adaptasi. Tumbuhan juga mengalami adaptasi, seperti daun jati yang menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Untuk lebih mengetahui tentang kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan, mari cermati uraian berikut ini.

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh atau struktur tubuh tertentu suatu organisme terhadap lingkungannya.

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi kerja alat-alat tubuh suatu organisme terhadap lingkungannya.

Adaptasi tingkah laku adalah perubahan perilaku suatu organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin, terjadinya individu baru didahului dengan peleburan sel kelamin jantan dan betina.

Perkembangbiakan vegetatif atau aseksual adalah perkembangbiakan secara tidak kawin, individu baru berasal dari bagian-bagian tubuh induknya.

Perkembangbiakan secara vegetatif alami terdiri dari membelah diri, spora, stolon atau geragih, umbi akar, umbi batang, umbi lapis, rimpang atau rhizoma, tunas, dan tunas adventif.

Vegetatif buatan terbagi menjadi beberapa macam, yaitu mencangkok, menyambung atau mengenten, menempel atau okulasi, stek, dan merunduk.

Reproduksi generatif pada tumbuhan dilakukan dengan cara konjugasi, isogami, anisogami, dan penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan.

Reproduksi secara vegetatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, sporalasi (dengan membentuk spora), tunas atau gemule, dan regenerasi (membentuk kembali bagian tubuh yang hilang).

Reproduksi secara generatif pada hewan avertebrata adalah dengan cara partenogenesis dan pembuahan.

Reproduksi pada vertebrata dibedakan menjadi ovivar, ovovivivar, dan vivivar.

Tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organisme untuk berkembang biak atau menghasilkan keturunan.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun