Sabtu, 13 Februari 2016

Muatan Listrik Statis pada Petir - Petir merupakan peristiwa lepasnya muatan listrikstatis yang terjadi secara dramatik dan alamiah. Peristiwaini akibat dari keluarnya muatan-muatan listrik dari benda,dalam hal ini adalah awan. Pelepasan listrik statis kadangkadangterjadi secara perlahan dan tenang. Namun, sesekaliberlangsung cepat disertai percikan cahaya atau suatu bunyiledakan. Percikan cahaya yang muncul ini disebut dengankilat.

Muatan Listrik Statis pada Petir


Petir terjadi akibat adanya dua awan bermuatanlistrik sangat besar dan berbeda jenis yang bergerak salingmendekati. Lalu, bagaimana awan dapat memiliki muatanlistrik yang sangat besar? Pada awan hitam yang merupakangumpalan air hujan, berhembus angin yang sangat kencang.Akibatnya, partikel-partikel di dalam awan yang bercampurdebu, garam dari lautan, dan lain-lain, saling bertabrakan.Tabrakan ini menyebabkan lepasnya elektron dari partikelpartikeltersebut. Partikel yang kehilangan elektronbermuatan positif dan yang mendapat tambahan elektronbermuatan negatif. Akibatnya, awan yang memuat partikeltersebut akan menyimpan muatan listrik yang sangat besar.Muatan listrik negatif turun ke bagian dasar awan danmuatan positif naik ke bagian atas.

Ketika awan melewati sebuah bangunan, terutamayang tinggi, bagian bawah awan yang merupakan tempatterkumpulnya muatan negatif menginduksi bagian atasbangunan sehingga menyebabkan bagian atas bangunanini bermuatan positif dan muatan negatif bangunan dipaksaturun ke bagian bawah bangunan.Karena muatan pada kedua benda ini berlainan jenisberdasarkan sifat muatan, maka masing-masing muatan akansaling menarik satu sama lain. Saat itu, elektron melompatke bagian atas bangunan dan menimbulkan kilat denganenergi panas yang sangat besar dan seringkali disertaibunyi menggelegar yang disebut petir. Selain bangunan,benda lain yang ada dan menjulang tinggi di permukaanbumi akan mengalami peristiwa yang sama. Benda yangterinduksi awan hingga menyebabkan timbulnya loncatanbunga api listrik (kilat) biasa disebut sebagai benda yangterkena sambaran petir.

Untuk menghindari bahaya yang diakibatkan olehsambaran petir, Benjamin Franklin, orang pertama yangmengamati bahwa petir tak lain adalah listrik statis membuatalat yang ditujukan sebagai penangkal petir. Ia mengusulkanuntuk menggunakan batang logam runcing yang ditaruh diatas benda yang akan dihindarkan dari petir, biasanya bendayang berupa bangunan, seperti gedung. Alat penangkal petirterdiri atas batang logam runcing yang disimpan di atapbangunan, lempeng logam tembaga yang tertanam dalamtanah sekitar kedalaman 2 meter, dan kawat penghantarsebagai penghubung batang logam dan lempeng tembaga.

Bagian ujung penangkal terbuat dari logam yang merupakankonduktor. Aliran ion positif dari logam yang runcing inimenuju ke awan sehingga dapat mengurangi muatan listrik induksi pada atap bangunan dan menetralkan beberapamuatan listrik negatif pada awan. Ini dapat mengurangikesempatan atap gedung tersambar petir. Jika petir masihmenyambar, kawat penghantar pada alat ini menjadi jalanuntuk elektron-elektron bergerak menuju ke dalam tanahtanpa merusak bangunan.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun