Jumat, 18 Maret 2016


Perlawanan Rakyat pada Masa Pendudukan Jepang - Upaya mobilisasi penduduk demi kepentingan perang Jepang mengakibatkan penderitaan rakyat. Di berbagai daerah muncul reaksi berupa protes dan perlawanan. Selain itu, muncul pula pergerakan kebangsaan yang dipimpin tokoh-tokoh lokal.


Berikut ini beberapa perlawanan terhadap militer Jepang dan munculnya pergerakan kebangsaan di daerah.




Gerakan Protes dan Perlawanan
Gerakan protes dan perlawanan yang muncul dipimpin oleh tokoh masyarakat, ulama, dan pemimpin laskar pasukan.
1) Perlawanan Teuku Abdul Jalil
Keinginan Jepang untuk memobilisasi ulama Aceh ditolak oleh para ulama. Teuku Abdul Jalil memimpin perlawanan rakyat Cot Plieng, Lhokseumawe, Aceh. Mereka berjuang dengan senjata seadanya saat Jepang menyerang wilayah tersebut usai subuh. Serangan Jepang berhasil digagalkan hingga dua kali. Pada serangan ketiga tanggal 10 November 1942 Jepang membakar masjid dan permukiman. Teuku Abdul Jalil berhasil meloloskan diri, tetapi tertembak saat salat subuh.
2) Perlawanan K.H. Zainal Mustafa
K.H. Zainal Mustafa adalah pemimpin pondok pesantren Sukamanah, Singaparna, Jawa Barat. Beliau memprotes upacara seikirei, yaitu penghormatan kepada Kaisar Jepang dengan membungkukkan badan ke arah matahari terbit. Ini menyinggung perasaan umat Islam dan dianggap musyrik. Beliau juga tidak tega melihat penderitaan rakyat akibat penindasan Jepang. Jepang kemudian menyerang Singaparna pada tanggal 24 Februari 1944. K.H. Zainal Mustafa tertangkap dan dihukum mati oleh Jepang di Jakarta.

Perlawanan Rakyat Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang


3) Pemberontakan Teuku Hamid
Pemberontakan ini terjadi di Meurudu, Aceh. Dua peleton PETA dipimpin Teuku Hamid melarikan diri ke gunung dan mengadakan perlawanan pada bulan November 1944. Jepang kemudian menahan anggota keluarga pasukan PETA sebagai cara untuk menekan perlawanan Teuku Hamid. Kondisi tersebut memaksa Teuku Hamid menyerah.
4) Perlawanan Haji Madriyan
Perlawanan Haji Madriyan terjadi di Indramayu, Jawa Barat pada bulan April 1944. Peristiwa Indramayu ini dilatarbelakangi oleh adanya paksaan untuk menyetor sebagian hasil bumi penduduk. Selain itu, penduduk dipaksa untuk kerja rodi atau romusha. Haji Madriyan kemudian memimpin perlawanan di Desa Karang Ampel, Sindang, Indramayu. Namun, perlawanan ini ditumpas Jepang dengan perlakuan yang sangat kejam.
5) Pemberontakan Supriyadi
Supriyadi adalah komandan PETA di Blitar, Jawa Timur. Pada tanggal 14 Februari 1944 Syudanco Supriyadi memimpin pemberontakan PETA melawan Jepang. Pemberontakan Supriyadi merupakan pemberontakan terbesar yang dihadapi Jepang. Pemerintah Jepang akhirnya harus mengerahkan satu batalion dengan kendaraan lapis baja untuk menghadapinya. Pemberontakan tersebut bisa dipadamkan, tetapi Supriyadi hilang secara misterius hingga kini.



Sebelumnya Pergerakan Rakyat Indonesia Masa Penjajahan Jepang mungkin dapat membantu.




Pergerakan Kebangsaan di Berbagai Daerah
Selama pendudukan Jepang, di berbagai daerah muncul pergerakan kebangsaan. Para pemuda di Jakarta bergabung dalam asrama Angkatan Baru Indonesia. Pusat pergerakan mereka berada di Menteng 31. Para pemuda tersebut mengorganisasi Barisan Pelopor sejak tahun 1943. Organisasi yang lain adalah Badan Permusyawaratan Pelajar Indonesia (Baperpi). Pusat kegiatannya di Cikini 71 dengan ketua Supeno. Para mahasiswa membentuk organisasi Ika Daigaku. Pusat kegiatannya di Prapatan 10. Anggotanya antara lain Djohar Nur, Sajoko, Sjarif Thajeb, Darwis, dan Eri Sudewo.

Perlawanan Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang


Sebagian besar organisasi tersebut membantu gerakan bawah tanah yang dipelopori Sutan Sjahrir. Mereka bertugas menyiarkan berita mengenai perkembangan perang Jepang. Sjahrir secara diamdiam menggembleng para pemuda dengan beragam pengetahuan. Tokoh-tokoh pemuda yang direkrut antara lain Sukarni, Sudarsono Sugra, Hamdani Kartamuhari, Adam Malik, Armunanto, Pandu Wiguna, Kusnaeni, Sjamsudin, dan M. Nitimihardjo. Itulah contoh perlawanan dan pergerakan kebangsaan di berbagai daerah. Strategi yang digunakan bisa dalam bentuk kerja sama, perlawanan, gerakan bawah tanah hingga pemberontakan. Seluruh perlawanan dan pergerakan tersebut mulai bersatu saat Jepang mulai mendekati kekalahannya melawan Sekutu.





Sekian mengenai Perlawanan Rakyat pada Masa Pendudukan Jepang, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun