Minggu, 27 Maret 2016


Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat



Televisi adalah teknologi hasil perubahan. Adanya televisi mampu mendorong munculnya perubahan sosial dan budaya. Informasi-informasi yang disampaikan dari penjuru dunia mendorong masyarakat melakukan perubahan sosial budaya. Begitu besar dampak televisi hingga mampu membawa perubahan pada sistem nilai, sikap, pola pikiran, dan perilaku masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada kasus di atas, yaitu televisi melalui sinetron mampu mempengaruhi pola perilaku masyarakat terutama anak-anak.


Pada dasarnya setiap perubahan dalam masyarakat memiliki dua sisi berbeda, yaitu membawa kemajuan atau kemunduran. Kesemua itu tergantung dari sikap masyarakat sendiri. Oleh karena itu, terdapat banyak sikap dan perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan sosial budaya. Bagaimana perilaku bijak dalam menghadapi zaman yang penuh dengan perubahan ini?


1. Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat dalam perubahan sistem nilai, norma, pelapisan sosial, struktur sosial, proses sosial, pola, dan tindakan sosial warga masyarakat serta lembaga-lembaga kemasyarakatannya.

2. Melihat baik buruknya dampak yang ditimbulkan, perubahan sosial budaya dibedakan menjadi dua, yaitu progres dan regres.

3. Menurut Soerjono Soekanto, perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi perubahan evolusi dan revolusi, perubahan direncanakan dan tidak direncanakan, perubahan berpengaruh kecil dan berpengaruh besar.

4. Faktor-faktor pendorong perubahan sosial budaya adalah kontak dengan budaya lain, sikap menghargai hasil karya orang lain, keinginan untuk maju, sistem pendidikan yang maju, penduduk yang heterogen, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu, sistem pelapisan terbuka, orientasi ke masa depan, sikap mudah menerima hal-hal baru, dan toleransi terhadap perubahan.

5. Faktor-faktor penghambat perubahan sosial budaya tersebut adalah kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, pendidikan yang rendah, masyarakat yang bersikap tradisional, adanya kepentingan yang tertanam kuat pada sekelompok orang (vested interest), ketakutan akan terjadinya kegoyahan integrasi, prasangka buruk terhadap unsur budaya asing, dan hambatan ideologis.

6. Faktor intern penyebab terjadinya perubahan sosial budaya adalah bertambah dan berkurangnya penduduk, adanya penemuan baru (inovasi), dan munculnya pemberontakan atau revolusi.

7. Faktor ekstern penyebab terjadinya perubahan sosial budaya adalah perubahan alam, peperangan, dan pengaruh kebudayaan lain.

8. Ciri khas masyarakat tradisional adalah afektivitas, orientasi kolektif, partikularisme, askripsi, dan diffuseness.

9. Ciri khas masyarakat modern adalah netralitas afektif, orientasi diri, universalisme, prestasi, dan spesifitas.

10. Terdapat dua perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan sosial budaya, yaitu penyesuaian dan disintegrasi yang mengarah pada perpecahan.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun