Kamis, 07 April 2016

Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional bagi Indonesia - Untuk mendukung perekonomiannya, Indonesia turut serta dalam perdagangan internasional. Keikutsertaan dalam perdagangan ini menimbulkan dampak positif dan negatif bagi Indonesia.



Dampak Positif Perdagangan Internasional

Dampak positif yang timbul dari perdagangan internasional sebagai berikut.
1) Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Dalam Negeri
Setiap negara memiliki sumber daya yang berbeda-beda. Perbedaan ini mengakibatkan hasil produksi menjadi terbatas sehingga kebutuhan dalam negeri tidak terpenuhi. Adanya perdagangan internasional memungkinkan negara mengimpor barang dari negara lain. Dengan demikian, perdagangan internasional dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama barang yang tidak atau belum diproduksi di dalam negeri.
2) Meningkatkan Devisa Negara
Pada perdagangan internasional, pembayaran dilakukan dalam bentuk valuta asing. Penggunaan valas dapat menambah cadangan devisa sehingga kekayaan negara menjadi lebih banyak. Akibatnya, pembangunan dapat dilakukan secara lancar selama sumber penerimaan negara terus bertambah.
3) Mendapatkan Barang Berkualitas
Perdagangan internasional mendorong suatu negara untuk melakukan spesialisasi produksi. Melalui spesialisasi, faktor produksi dapat digunakan secara efisien. Hal ini mengakibatkan masyarakat dalam negeri mendapatkan barang dan jasa berkualitas dengan murah.
4) Memperbaiki Teknologi Produksi
Pada perdagangan internasional, suatu negara dapat belajar menggunakan teknologi maju dari negara lain. Proses pembelajaran ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu negara. Selain itu, tingkat produktivitas di dalam negeri meningkat.
5) Menjalin Kerja Sama Antarnegara
Perdagangan internasional melibatkan dua negara atau
lebih. Hubungan dagang ini mendorong terjalinnya kerja sama antarnegara di berbagai bidang. Kerja sama ini bermanfaat bagi
negara yang ikut serta dalam perdagangan internasional.
6) Meningkatkan Jasa Pariwisata
Perdagangan internasional memungkinkan pelaku untuk berkunjung ke suatu negara. Misalnya Indonesia melakukan perdagangan dengan Jerman. Hubungan ini akan mengundang importir Jerman datang ke Indonesia. Kunjungan ini dapat meningkatkan sektor pariwisata sehingga devisa bertambah.


Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional




Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional juga memiliki dampak negatif sebagai berikut.
1) Menghambat Pertumbuhan Industri Dalam Negeri
Perdagangan internasional menyebabkan produk impor beredar di pasar dalam negeri. Hal ini memengaruhi daya beli konsumen dalam negeri. Konsumen dalam negeri akan terpengaruh untuk mengkonsumsi produk-produk impor. Jika konsumen dalam negeri lebih menyukai produk impor, perkembangan industri dalam negeri terhambat. Untuk mengatasinya, pemerintah menerapkan kebijakan tarif, kuota, atau subsidi.
2) Menimbulkan Ketergantungan terhadap Negara Maju
Maraknya produk impor di dalam negeri memperbesar peluang masyarakat untuk mengkonsumsinya. Hal ini membuat suatu negara merasa bergantung pada negara maju. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi negara maju, sebaliknya perekonomian negara berkembang akan terpuruk.
3) Munculnya Sifat Konsumerisme
Perdagangan internasional menyebabkan produk impor mudah ditemui di pasar dalam negeri. Akibatnya, muncul kecenderungan sifat konsumerisme di masyarakat. Hal ini ditambah dengan anggapan bahwa kualitas produk impor lebih tinggi daripada produk lokal. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah. Oleh karena itu, industri dalam negeri harus meningkatkan kualitas produk lokal yang berdaya saing tinggi.
4) Mempengaruhi Neraca Pembayaran
Perdagangan internasional mendorong berdirinya perusahaan multinasional di suatu negara. Semakin banyak investasi asing, semakin besar keuntungan yang mengalir ke luar negeri. Keuntungan yang diharapkan untuk menambah penerimaan negara tidak tercapai. Hal ini akan mempengaruhi neraca pembayaran suatu negara.
5) Menyebabkan Sektor Keuangan Tidak Stabil
Perdagangan internasional mendorong aliran investasi asing untuk turut serta ke dalam pasar modal dalam negeri. Pada saat pasar modal meningkat, investasi asing juga meningkat sehingga neraca pembayaran bertambah. Sebaliknya pada saat di pasar modal menurun, investasi asing akan mengalir ke luar negeri sehingga neraca pembayaran mengalami penurunan. Selain itu, nilai rupiah akan merosot.
6) Memperburuk Prospek Pertumbuhan Ekonomi Negara
Apabila nilai ekspor lebih kecil dibandingkan nilai impor, perekonomian suatu negara dapat terganggu. Dimulai dengan perekonomian yang tidak stabil. Selanjutnya, laju pertumbuhan ekonomi menjadi berkurang. Pendapatan nasional serta kesempatan kerja menjadi semakin lambat. Hal ini menyebabkan masalah pengangguran tidak teratasi. Bahkan, masalah sosial yang timbul semakin beragam. Akhirnya, kesejahteraan masyarakat bertambah buruk.

Kegiatan ekonomi ternyata tidak bisa lepas dari uang dan layanan yang diberikan lembaga keuangan. Apalagi dalam era perdagangan bebas sekarang ini. Uang dan lembaga keuangan dapat memperlancar kegiatan perdagangan internasional.





Sekian mengenai Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional bagi Indonesia, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun