Kamis, 02 Juni 2016

Perilaku Positif dan Negatif Masyarakat di Tengah Arus Globalisasi - Perubahan mendorong masyarakat ke dalam era global yang penuh kemajuan dan kecanggihan teknologi. Pada era global masyarakat dunia mampu berkomunikasi tanpa bertatap muka langsung. Batas-batas wilayah suatu negara seolah tidak ada. Hal ini membawa dampak bagi masyarakat.



Perilaku Masyarakat di Tengah Arus Globalisasi

Globalisasi mendorong timbulnya perubahan yang mempengaruhi sistem sosial. Akibatnya, pola perilaku masyarakat menjadi berubah. Pola perilaku masyarakat di tengah arus globalisasi sebagai berikut.


Perilaku Positif dan Negatif Masyarakat di Tengah Arus Globalisasi



Perilaku Positif
1) Berpikir Rasional, Sistematis, Analistis, dan Logis
Pengetahuan dan kemajuan teknologi menuntut masyarakat untuk berpikir rasional, sistematis, analistis, dan logis. Dengan demikian, telah terjadi pergeseran pola pikir dari tradisional menjadi pola pikir rasional. Misalnya, dahulu masyarakat memercayai hal-hal yang berbau mistik atau takhayul. Pada era global segala sesuatu diterima dengan daya nalar dan rasional.
2) Menghargai Waktu dan Prestasi
Ketatnya persaingan yang terjadi pada era global menjadikan masyarakat lebih menghargai waktu dan prestasi. Waktu dianggap sebagai sesuatu yang berharga. Setiap orang menggunakan waktu sebaiknya-baiknya untuk mengejar prestasi. Tidak heran, jika pada era global sebagian orang bekerja tanpa mengenal waktu.
3) Menjunjung Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Teknologi canggih memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan. Misalnya, internet memudahkan setiap orang mengakses informasi di seluruh dunia. Adanya teknologi handphone memungkinkan orang untuk berkomunikasi di mana pun dan dengan siapa pun. Kemudahan ini menjadikan manusia menjadi tergantung dengan teknologi.


Sebelumnya Mengenai Dampak Positif dan Negatif Globalisasi ini mungkin dapat membantu


Perilaku Negatif
1) Bersikap Materialistis
Globalisasi membuat seseorang memandang materi (kebendaan) sebagai hal yang utama dalam kehidupan. Setiap orang lebih mengejar materi daripada kualitas diri. Semakin besar kekayaan yang dimiliki, semakin mudah dalam menjalani kehidupan sosial. Pandangan ini membuat masyarakat bersifat materialistis.
2) Bersikap Individualistis
Pada era global semakin banyak orang yang lebih mencintai dirinya sendiri. Mereka lebih memperjuangkan kepentingan sendiri daripada kepentingan orang lain. Secara umum, orang-orang tersebut tidak memiliki rasa simpati terhadap penderitaan orang lain. Sikap inilah yang dinamakan individualistis.
3) Berperilaku Konsumerisme
Pada era global peredaran barang hasil produksi sangat terbuka. Negara asing bebas memasarkan produk-produk terbaru di negara lain. Misalnya, makanan, minuman, pakaian, kosmetik, dan elektronik. Kondisi semacam ini mendorong seseorang untuk membelanjakan uang secara berlebihan. Artinya, masyarakat terjebak pada gaya hidup boros dan konsumerisme. Konsumerisme merupakan pandangan yang diikuti tindakan atau perbuatan atas penggunaan barang secara berlebihan.
4) Bergaya Hidup Westernisasi
Derasnya arus globalisasi memudahkan pengaruh Barat masuk dan memberikan pengaruhnya di setiap negara. Tidak heran, jika ide, pikiran, budaya, maupun gaya hidup Barat ditiru masyarakat. Masuknya budaya dan gaya hidup Barat yang ditanggapi secara berlebihan menimbulkan pola hidup westernisasi. Westernisasi adalah sikap meniru budaya Barat yang dianggap lebih baik daripada budaya sendiri. Misalnya, pergaulan bebas, clubbing, dan alkoholisme.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun