Kamis, 10 November 2016

Rangkuman Sistem Gerak pada Manusia - Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dapat menyehatkan tubuh kita. Ketika berolahraga, tentunya kita akan melakukan gerakan, seperti meloncat, berlari, atau berjalan. Gerakan yang kita lakukan merupakan hasil kerja dari sistem gerak. Apa saja yang menyusun sistem gerak pada manusia? Bagaimanakah cara kerjanya? Kelainan atau penyakit apa saja yang dapat terjadi pada sistem gerak? Ayo cermati uraian pada bab ini agar kamu menemukan jawabannya.

Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan kelainan atau penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak.

Rangkuman Sistem Gerak pada Manusia


Hewan dan manusia dapat bergerak secara aktif. Hal ini disebabkan karena manusia dan hewan memiliki alat rangka dan saraf sebagai pengatur gerak. Manusia dan hewan bergerak untuk menanggapi rangsangan. Gerakan ini terjadi karena adanya kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Kerja otot ada yang sinergis (saling mendukung) dan ada yang antagonis (berlawanan).

Untuk lebih mengetahui tentang sistem gerak pada manusia, mari cermati uraian berikut.

• Gerak pada manusia terjadi karena adanya kerja dari sistem rangka dan sistem otot.

• Kerangka manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler.

• Berdasarkan bentuknya, tulang manusia dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

• Persendian adalah jaringan penyambung antara tulang yang satu dengan tulang yang lain untuk membentuk rangka tubuh.

• Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang tidak memungkinkan adanya pergerakan.

• Amfiartrosis adalah bentuk hubungan antartulang oleh kartilago yang menyebabkan adanya sedikit gerakan.

• Diartrosis adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain oleh persendian sehingga bisa bergerak dengan leluasa.

• Karakteristik otot adalah kontraksibilitas (berkontraksi/mengerut), ekstensibilitas (berelaksasi/memanjang), dan elastisitas (kembali ke ukuran semula).

• Otot dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

• Berdasarkan tujuan kerjanya, otot dibedakan menjadi antagonis (menggerakan tulang ke arah yang berlawanan) dan sinergis (menggerakkan tulang dengan tujuan yang sama).

• Rakhitis adalah penyakit tulang menjadi rapuh karena kekurangan vitamin D dengan gejala tulang kaki berbentuk X atau O.

• Dislokasi adalah pergeseran kedudukan sendi karena sobek atau tertariknya ligamen.

• Hernia abdominalis adalah sobeknya otot dinding perut yang lemah sehingga usus melorot masuk ke rongga perut.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun