Minggu, 08 Januari 2017

Bahan Kimia Pembasmi Hama - Tanaman tidak akan lepas dari gangguan luar. Gangguan ini banyak jenisnya. Cara penanggulangannya pun berbeda-beda dan banyak cara (cara fisik, cara biologi, cara kimia, dan lain-lain). Pada kesempatan ini, kamu akan mempelajari cara penanggulangan gangguan-gangguan tersebut dengan cara kimia. Cara kimia dalam pemberantasan hama dilakukan dengan pemberian obat kimia yang disebut pestisida. Pestisida adalah sebutan untuk semua jenis obat (bahan kimia) pembasmi hama yang ditujukan terhadap serangga, jamur, bakteri, dan hama lainnya.



Insektisida
Insektisida adalah obat (bahan) kimia yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa serangga. Contohnya adalah lindan, DDT (penggunaannya sudah dilarang), dieldrin, endrin, malation, paration (insektisida yang memiliki daya bunuh paling tinggi).

Bahan Kimia Pembasmi Hama dan Dampaknya



Fungisida
Fungisida adalah obat kimia yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa jamur atau cendawan. Contohnya adalah serbuk belerang, fungisida organik (misalnya zineb dan maneb), dan CuSO4 yang dibuat menjadi Bubur Bordeaux (BB).



Bakterisida
Bakterisida adalah obat kimia yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa bakteri dan virus. Contohnya adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk. Umumnya, bakteri yang telah menyerang tanaman akan sangat sulit untuk diberantas. Pemberian obat biasanya dilakukan pada tanaman yang belum terkena bakteri dengan dosis tertentu.



Sebelumnya mengenai Bahan Kimia Pewangi ini mungkn dapat membantu



Herbisida
Herbisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma) seperti alangalang, rumput, dan eceng gondok. Contoh herbisida adalah ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

Bahan Kimia Pembasmi Hama




Rodentisida
Obat ini dibuat untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus. Penggunaan obat ini biasanya diberikan sebagai umpan yang dicampur dengan makanan lainnya. Akan tetapi, penggunaannya harus hati-hati karena dapat mematikan hewan ternak yang memakannya.



Nematisida
Obat ini dibuat untuk memberantas hama tanaman jenis Nematoda atau cacing. Nematisida bersifat meracuni tanaman sehingga penggunaannya biasanya diberikan 3 minggu sebelum masa tanam tiba. Penerapannya pada kebun kopi atau lada karena biasanya cacing banyak menyerang tanaman tersebut. Contoh dari nematisida adalah DD, Vapam, dan Dazomet.



Helisida
Obat ini digunakan untuk memberantas hama tanaman, seperti siput atau bekicot. Obat yang biasa digunakan adalah metaldehyde atau metadex dan mercaptometur. Selain bermanfaat untuk memberantas hama, ternyata pestisida juga menimbulkan dampak negatif bagi manusia ataupun lingkungan. Pestisida biasanya digunakan dalam bidang pertanian sehingga yang terkena dampak langsung dari penggunaan pestisida adalah para petani. Biarpun sedikit, tetapi para petani pasti akan terkena racun pestisida apalagi jika mereka tidak menggunakannya sesuai dengan petunjuk pemakaiannya.




Dampak lain dari penggunaan pestisida adalah sebagai berikut:
a) Tanaman yang diberi pestisida kemungkinan besar menyerap pestisida tersebut melalui akar, lalu ke batang, daun, dan buah. Lalu pestisida tersebut akan terakumulasi dalam tubuh hewan pemakan tanaman. Dapat dibayangkan melalui proses rantai makanan racun pestisida akan terkumpul dalam tubuh manusia (bioakumulasi).
b) Pestisida yang tidak terurai dalam air akan terbawa ke dalam biota air. Pestisida dalam air akan menghambat proses fotosintesis pada plankton yang menjadi makanan makhluk air. Plankton dan ikan-ikan pemakan plankton akan terkena racun pestisida.
c) Penggunaan pestisida jangka panjang akan menyebabkan munculnya spesies hama tanaman yang tahan terhadap takaran pestisida yang diterapkan. Hama ini baru musnah setelah takaran pestisida diperbesar. Akibatnya, hal ini akan memperbesar tingkat pencemaran pestisida pada makhluk hidup.

Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan pestisida, yaitu dengan menggunakan pestisida alami yang berasal dari tumbuhan (biopestisida) yang mudah terurai (biogenerable), sehingga penggunaannya relatif aman. Akan tetapi, apabila tidak ada cara lain untuk memberantas hama selain dengan menggunakan pestisida, berbagai pihak khususnya lembaga terkait (PPL: Penyuluh Pertanian Lapangan) harus bisa memilih pestisida yang paling kecil resiko pencemarannyaterhadap makhluk hidup.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun