Senin, 04 Desember 2017

Penyebab Dan Bentuk Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga Dan Masyarakat - Penyimpangan sosial sering dikenal dengan istilah penyakit masyarakat. Dikatakan demikian karena perilaku menyimpang itu sangat meresahkan masyarakat.


Jika kamu menelusuri sebab-sebab munculnya penyimpangan sosial, cenderung berawal dari kondisi keluarga seperti berikut ini.


Penyebab Dan Bentuk Penyimpangan Sosial Keluarga dan Masyarakat



1. Kekerasan dalam Keluarga
Kekerasan yang diterima anak dalam keluarga akan menimbulkan goncangan dan tekanan jiwa. Kondisi ini akan menyebabkan penyimpangan pada jiwa anak. Misalnya, anak menjadi pendiam, pemberontak, tidak mau diatur, dan sebagainya.
2. Perceraian dan Perselisihan Keluarga
Perceraian keluarga menyebabkan anak menjadi frustasi. Dampaknya anak menjadi antipati. Menurut sumber penelitian, pada umumnya banyak anak-anak nakal berasal dari keluarga yang mengalami perceraian dan perselisihan.
3. Pemanjaan Anak
Mendidik anak dengan pola pemanjaan sangatlah tidak baik. Kondisi itu akan menyebabkan anak menjadi ketergantungan dan tidak mandiri.
4. Rendahnya Wawasan Keluarga
Tingkat pendidikan dan pengaruh orang tua sangat berperan dalam membentuk pribadi anak. Itulah sebabnya, potensi anak bisa berkembang atau sebaliknya tergantung pada pola didik yang dilakukan orang tua kepada anaknya.
5. Menelantarkan Anak
Membangun jiwa dan kepribadian anak secara positif, tidak terlepas dari kasih sayang orang tua. Menelantarkan anak, baik secara fisik, materi, maupun psikis akan berdampak buruk bagi perkembangan anak.
6. Percekcokan atau Ketidakharmonisan Ayah Ibu
Terjadinya percekcokan antara ayah dan ibu di depan anak akan menyebabkan gangguan pada cara berpikir anak. Jika hal tersebut sering terjadi akan mendorong penyimpangan tingkah laku pada diri anak.

Sebelumnya mengenai Pihak Pihak Yang Menangani Penyimpangan Sosial ini mungkin dapatmmembantu


Bentuk Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga Dan Masyarakat

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu dapat memahami bahwa penyebab awal penyimpangan sosial pada umumnya bermuara dari keluarga. Selain faktor keluarga ada juga faktor lain yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial di masyarakat. Faktor yang dimaksud adalah faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik maksudnya faktor yang memengaruhi pribadi seseorang yang berasal dari dalam dirinya. Misalnya, rendahnya mentalitas, karakter pribadi yang lemah, dan tingkat wawasan yang sempit.

Adapun faktor ekstrinsik maksudnya faktor yang memengaruhi pribadi seseorang dari luar dirinya. Misalnya, pengaruh transformasi budaya global yang tidak bisa dibendung. Seperti, peredaran VCD-VCD porno, film-film picisan yang mengumbar kekerasan, dan tayangan televisi yang tidak mendidik.



Merujuk pada faktor intrinsik dan ekstrinsik di atas, bentuk penyimpangan sosial pun akhirnya merebak di kalangan masyarakat. Setidaknya ada dua bentuk penyimpangan sosial, yaitu berikut ini.
1. Bentuk Penyimpangan Sosial yang Dilegalkan
Bentuk penyimpangan yang dilegalkan ini, misalnya izin resmi lokalisasi untuk PSK (Pekerja Seks Komersil) di kota-kota besar seperti Bandung, Bali, Semarang, dan Jakarta; panji pijat plus; adanya kupon SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) pada zaman Orde Baru, kondomnisasi untuk seks bebas; dan sebagainya.
2. Bentuk Penyimpangan Sosial yang Sembunyi- Sembunyi
Bentuk penyimpangan sosial yang sembunyi-sembunyi cenderung dilakukan oleh individu. Dalam praktiknya, mereka umumnya melakukan secara diam-diam dan menghindari aparat kepolisian. Seperti, menegak minuman keras, penyelundupan barang ilegal, menjual ganja, memakai narkoba, dan sebagainya.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun