Kamis, 21 Desember 2017


Kamu pasti pernah atau selalu ikut upacara setiap tanggal 17 Agustus? Tahukah mengapa setiap tanggal tersebut selalu diperingati? Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Dengan demikian, bangsa Indonesia melepaskan diri dari penjajahan bangsa lain, khususnya Jepang, sehingga kedaulatan sepenuhnya ada pada tangan rakyat untuk membangun bangsa Indonesia.


Kemerdekaan tersebut tidak diraih begitu saja, melainkan dengan perjuangan keras dari para pejuang banga Indonesia di berbagai daerah. Oleh karena itulah setiap tanggal 17 Agustus kamu mengikuti upacara peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada bab ini akan diuraikan tentang usaha persiapan kemerdekaan beserta segala peristiwa yang berhubungan dengan pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia.

Rangkuman Materi Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia


1. Pada 1 Maret 1945, Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan dibentuknya badan untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Zyunbi Cosakai).Tujuan dibentuknya badan ini adalah untuk mempelajari serta menyelidiki hal-hal penting berkenaan dengan masalah tata pemerintahan negara Indonesia yang merdeka.

2. Anggota Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) berjumlah 67 orang, ketuanya adalah dr. Rajiman Wediodiningrat dengan wakilnya masing-masing Raden Pandji Soeroso (dari Indonesia) dan Ichibangase (dari Jepang). Badan ini diresmikan pada 28 Mei 1945.

3. Pada Sidang I BPUPKI pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945 para tokoh negara membahas tentang dasar filsafat negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu dasar negara, filsafat, dan pikiran yang sedalam-dalamnya.

4. Pada 9 Agustus 1945 dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), ketuanya Ir. Soekarno.

5. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56

6. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera mengadakan sidang pada 18 Agustus 1945 dan menyepakati tiga hal penting:
a) menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945;
b) memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil presiden;
c) pembentukan Komite Nasional untuk membantu presiden selama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum terbentuk.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun