Rabu, 03 Januari 2018

Proses Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan RI Dan Sambutan Rakyat - Pada akhir 1944, Jepang mulai terdesak dalam Perang Asia Timur Raya, sehingga pada September 1944, Perdana Menteri Jepang yang bernama Koiso mengumumkan janji kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Namun, sesungguhnya janji Jepang ini hanyalah taktik agar perlawanan rakyat Indonesia berkurang sehingga menjadi berbalik simpatik kepada Jepang. Terhadap pengumuman PM Koiso, rakyat Indonesia tidak langsung mempercayainya. Hal ini disebabkan karena dari pengalaman sebelumnya, Jepang selalu membuat janji-janji yang tidak pernah diwujudkan.

Sebagai tindak lanjut dari pengumuman PM Koiso tentang janji kemerdekaan, pemerintah Jepang memperbolehkan bangsa Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih, padahal sebelumnya sangat terlarang. Pengibaran bendera Merah Putih ini harus berdampingan dengan bendera Jepang.

Proses Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan RI


Pada 1 Maret 1945, Letnan Jenderal Kumakici Harada, sebagai Panglima Tentara Jepang, mengumumkan dibentuknya badan untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Zyunbi Cosakai). Tujuan dibentuknya badan ini adalah untuk mempelajari serta menyelidiki hal-hal penting berkenaan dengan masalah tata pemerintahan negara Indonesia yang merdeka.

Sebelumnya mengenai Kronologis Sejarah Proklamasi Indonesia ini dapat menambah pengetahuan anda

Anggota Badan Penyeledidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) berjumlah 67 orang yang terdiri atas tokoh-tokoh Indonesia dan tujuh orang anggota Jepang. Ketuanya adalah dr. KRT Rajiman Wediodiningrat dengan wakilnya masing-masing Raden Pandji Soeroso (dari Indonesia) dan Ichibangase (dari Jepang). Badan ini diresmikan pada 28 Mei 1945.

Dalam menjalankan tugasnya, BPUPKI pernah mengadakan sidang sebanyak dua kali. Pertama, 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang kedua 10 sampai dengan 16 Juli 1945. Di antara sidang pertama dan kedua, diadakan pula sidang Panitia Kecil yang melahirkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945.

Sekian mengenai Proses Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Ri Dan Sambutan Rakyat, semoga ini bisa bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun