Rabu, 06 Juni 2018

Pengertian Faktor Efisiensi dan Fungsi Investasi – Adalah inilah rangkuman materinya, silahkan dibaca.



Pengertian Investasi

Investasi yang lazim disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Tabungan dari sektor rumah tangga melalui institusiintitusi keuangan akan mengalir ke sektor perusahaan. Apabila para pengusaha menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal , pengeluaran tersebut dinamakan investasi. Dengan demikian, istilah investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi yang akan menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Pertambahan jumlah barang modal ini memungkinkan perekonomian tersebut menghasilkan lebih banyak barang dan jasa pada masa yang akan datang. Ada kalanya penanaman modal dilakukan untuk menggantikan barang-barang modal yang lama dan perlu didepresiasiakan.

Yang digolongkan sebagai investasi adalah sebagai berikut.
a. Pembelian berbagai jenis modal, yaitu mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri dan perusahaan.
b. Pengeluaran untuk mendirikan rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik dan bangunan-bangunan lainnya.
c. Pertambahan nilai stok barang-barang yang belum terjual, bahan mentah dan barang yang jadi dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.

Jumlah dari ketiga jenis komponen investasi tersebut dinamakan investasi bruto, yaitu meliputi investasi untuk menambah kemampuan produksi dalam perekonomian dan mengganti barang modal yang telah didepresiasikan. Apabila investasi bruto dikurangi oleh nilai depresiasi maka akan didapat investasi neto.



Faktor-faktor yang Menentukan Tingkat Investasi

Faktor-faktor utama yang menentukan tingkat investasi adalah sebagai berikut.
a. Tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh
b. Suku bunga
c. Ramalan mengenai keadaan ekonomi pada masa depan
d. Kemajuan teknologi
e. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya
f. Keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan



Efisiensi Investasi Marginal

Berdasarkan jumlah modal yang akan ditanam dan tingkat pengembalian modal yang diramalkan akan diperoleh analisis makro ekonomi membentuk suatu kurva yang dinamakan efisiensi investasi marginal (marginal efficienc of investment). Berdasarkan kepada hal-hal yang dihubungkannya, efisiensi investasi marginal dapat didefinisikan sebagai suatu kurva yang menunjukkan hubungan di antara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal yang akan diinvestasikan.

Untuk memperjelas arti konsep efisiensi marginal dalam Gambar 8.1 ditunjukkan contoh kurva efisiensi investasi marginal (MEI). Sumbu tegak menunjukkan jumlah investasi yang akan dilakukan.

Pengertian Faktor Efisiensi dan Fungsi Investasi


Pada kurva MEI diperlihatkan tiga buah titik, yaitu titik A, B dan C. TitikA mengambarkan tingkat pengembalian modal adalah R0 dan investasi I0. Ini berarti titik A menggambarkan bahwa dalam perekonomian dapat dilakukan kegiatan investasi yang akan menghasilkan tingkat pengembalian modal sebanyak R0 atau lebih tinggi, dan untuk mewujudkan investasi tersebut modal yang diperlukan adalah sebanyak I0. Titik B dan C juga memberikan gambaran yang sama. Titik B mengambarkan wujud kesempatan untuk menginvestasi dengan tingkat pengembalian modal R1 atau lebih, dan modal yang diperlukan adalah I1. Titik C menggambarkan untuk mewujudkan usaha yang menghasilkan tingkat pengembalian modal sebanyak R2 atau lebih diperlukan modal sebanyak I2.



Fungsi Investasi

Kurva yang menunjukkan perkaitan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional dinamakan fungsi investasi. Bentuk fungsi investasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu investasi sejajar dengan sumbu datar atau bentuknya naik ke atas ke sebelah kanan (yang berarti makin tinggi pendapatan nasional, makin tinggi investasi). Fungsi atau kurva investasi yang sejajar dengan sumbu datar dinamakan investasi otonomi, dan fungsi investasi yang semakin tinggi apabila pendapatan nasional meningkat dinamakan investasi terpengaruh. Dalam analisis makro ekonomi biasanya dimisalkan bahwa investasi perusahaan bersifat investasi otonomi.

a. Investasi otonomi

Investasi otonomi


Untuk sementara, diasumsikan bahwa investasi yang direncanakan itu tetap. Investasi itu tidak berubah bila pendapatan berubah, dengan demikian grafiknya hanya sekadar garis horizontal.

Fungsi Investasi


Contoh
1. Y = C + I (keseimbangan)
2. C = 100 + 0,75 Y (Fungsi konsumsi)
3. I = 25 (Investasi yang direncanakan)

Dengan memensubtitusikan (2) dan (3), kita dapatkan
Y = 100 + 0,75Y + 25

Hanya ada satu nilai Y yang memungkinkan pernyataan itu benar, dan kita dapat menemukan nilai itu dengan menata kembali persamaan sebagai berikut. 

cara menghitung Fungsi Investasi


Tingkat pendapatan keseimbangan adalah 500.

Next
This is the most recent post.
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun