Minggu, 26 Mei 2019

Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional pada Masa Orde Baru - Sebagai pola umum pembangunan nasional, GBHN memuat:
a. Pola dasar pembangunan nasional, seperti tujuan, landasan dan asasasas pembangunan nasional.
b. Pola umum pembangunan jangka panjang, yang berisi arah dan kebijakan pembangunan untuk 25 sampai dengan 30 tahun mendatang.
c. Pola umum pembangunan 5 tahun, yang berisi arah dan kebijakan pembangunan untuk 5 tahun.

Selanjutnya, pola umum pembangunan lima tahun dituangkan dalam rencana operasional tahunan dalam bentuk pembuatan dan pelaksanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Agar jelas, berikut ini adalah skema pola-pola tahapan pembangunan Nasional.

Tabel 2.3 Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional Orde Baru

Pola dan Tahapan Pembangunan Nasional pada Masa Orde Baru


Indonesia melakukan pembangunan jangka panjang yang ke-1 selama 25 tahun, dimulai pada tahun 1969 sampai dengan tahun 1994 yang dijabarkan dalam 5 pelita, yakni pelita I, II, III, IV dan V. Sebagai gambaran, perhatikan prioritas pembangunan yang dilaksanakan selama pelita I sampai dengan V.

Tabel 2.4 Prioritas Pembangunan Pelita I sampai V
No. PELITA Jangka waktu Prioritas
1. PELITA I 1 April 1969 – 31 Maret 1974 Sektor pertanian dan Industri yang mendukung sektor pertanian
2. PELITA II 1 April 1974 – 31 Maret 1979 Sektor pertanian dan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku
3. PELITA III 1 April 1979 – 31 Maret 1984 Sektor pertanian dan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan usaha swasembada pangan.
4. PELITA IV 1 April 1984 – 31 Maret 1989 Sektor pertanian dengan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri dan melanjutkan usaha swasembada pangan
5. PELITA V 1 April 1989 – 31 Maret 1994 Sektor pertanian untuk memantap kan swasembada pangan dan me ningkatkan produksi pertanian lain nya, dan sektor industri, khususnya industri yang menghasilkan barang untuk ekspor,industri yang banyak menyerap tenagakerja, industri pengolahan hasilpertanian, serta industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin sendiri.

Dari tabel tampak bahwa selama pelita I sampai dengan V, sektor pertanian selalu menjadi prioritas pembangunan. Hasil pembangunan jangka panjang yang ke-1 cukup memuaskan, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata di atas 6% per tahun. Akan tetapi, memasuki pembangunan jangka panjang ke-2, yakni pada pelita VI tepatnya pada tahun 1997, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang menyadarkan bangsa Indonesia tentang betapa rapuhnya fondasi ekonomi yang telah dibangun selama ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan membangun